NYANYIAN YANG MENYEMBAH

I take this article from Renungan Harian

Agama Kristen adalah agama yang bernyanyi. Julukan ini sangat
tepat karena nyanyian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari
kehidupan umat Allah. Sekitar setengah ibadah diisi oleh musik dan
nyanyian pujian. Alkitab pun memuat begitu banyak referensi tentang
betapa Allah menyukai nyanyian pujian. Namun, sadarilah bahwa
tindakan menyanyikan lagu rohani tidak otomatis menjadikan hal
tersebut sebagai penyembahan. Seringkali kita memuji Tuhan secara
lahiriah tetapi tidak benar-benar menyembah Dia.

Bilamanakah suatu nyanyian menjadi penyembahan yang menyenangkan
Allah? Ada tiga hal yang dapat kita amati dari nas hari ini.
Pertama, nyanyian ini harus dipersembahkan oleh orang-orang percaya.
Nasihat Paulus disampaikan kepada orang-orang yang telah menerima
Kristus dan dibenarkan oleh-Nya (ayat 12). Hanya orang-orang yang
demikian yang dapat memuji Allah atas karya keselamatan-Nya. Orang
tidak percaya bisa saja menyanyikan lagu rohani dengan baik tetapi
ia tidak sedang menanggapi pribadi dan karya Allah. Ia tidak sedang
menyembah Allah. Kedua, nyanyian pujian harus selaras dengan Firman.
Perkataan Kristus harus melandasi dan menuntun nyanyian kita (ayat
16). Akhirnya, nyanyian pujian harus ditujukan secara sadar kepada
Allah (ayat 17). Melalui nyanyian pujian, kita berkomunikasi dengan
Allah.

Marilah melantunkan nyanyian pujian bukan karena kita ikut-ikutan
orang lain atau hanya menjalankan kewajiban agamawi. Namun, kita
bernyanyi dengan didasari oleh Firman dan iman. Niscaya, pujian kita
akan memperkenankan hati-Nya. –JIM

TANPA HATI PENYEMBAHAN, ENGKAU HANYA BERMAIN MUSIK,
BUKAN MENYEMBAH! -BOB KAUFLIN

 

 

Kolose 3:12-17

12  Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan
dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan,
kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
13  Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang
akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang
lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat
jugalah demikian.
14  Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat
yang mempersatukan dan menyempurnakan.
15  Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu,
karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan
bersyukurlah.
16  Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di
antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan
menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur,
dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada
Allah di dalam hatimu.
17  Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau
perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus,
sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: