All Things Bright and Beautiful

Salah satu lagu favoritku ketika aku melatih paduan suara, lagu ini pun menjadi salah satu favorit kelompok paduan suara asuhanku. Kami membawakan lagu ini dengan penuh ucapan syukur dan dinyanyikan secara ringan, pesan dari lagu ini bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu indah dan cerah mampu memberikan harapan bagi kami yang menyanyikan dan juga jemaat yang mendengarkan

Demikian liriknya

Musik/Lagu : John Rutter
Syair : Mrs. Cecil F. Alexander
Arrangement : John Rutter

All things bright and beautiful, All creatures great and small.
All things wise and wonderful, The Lord God made them all.
Each little flow’r that opens, Each little bird that sing.
He made their glowing colours, He made their tiny wings.

All things bright and beautiful, All creatures great and small.
All things wise and wonderful, The Lord God made them all.
The purple headed mountain, the river running by.
The sunset and the morning that brightens up the sky.
The cold wind in the winter the pleasant summer sun.
The ripe fruits in the garden, He made them evryone.

All things bright and beautiful, All creatures great and small.
All things wise and wonderful, The Lord God made them all.
He gave us eyes to see them and lips that we might tell.
How great is God All mighty, who has made All things well.

All things bright and beautiful, All creatures great and small.
All things wise and wonderful, The Lord God made them all.

Lagu ini adalah sebuah hymne Anglikan, tetapi juga populer di denominasi Kristen lainnya. Lirik ini telah diadaptasi oleh beberapa komposer, salah satunya adalah John Rutter yang dibuat menjadi harmonisasi paduan suara.

Teks ini diperkirakan ditulis di dua lokasi, yaitu Govilon wilayah Monmouthshire di lembah Sungai Usk dan Minehead pada tahun 1848 oleh Cecil F. Alexander (berasal dari Dublin, Irlandia) di desa Dunster, dan mungkin juga terinspirasi oleh sebuah ayat dari S. T. Coleridge’s The Rime of the Ancient Mariner – “He prayeth best, who loveth best; All things great and small; For the dear God who loveth us; He made and loveth all.”
Inspirasi lirik mungkin juga berasal dari William Paley’s Natural Theology yang diterbitkan pada tahun 1802 yang menetapkan argumennya bagi Allah sebagai perancang dari Natural World (Dunia Alamiah). Misalnya jika dilihat di ayat 2 mereferensi kepada wings (sayap) dan ayat 7 merujuk pada eyes (mata). Sayap dan mata adalah dua contoh utama dari kompleksitas rancangan yang Paley gunakan untuk mendukung analogi yang terkenal dengan watch (melihat) dan Tuhan sehingga menjadi Pengamat yang Ilahi.
Hymne ini pertama kali diterbitkan dalam Alexander’s Hymns for Little Children. Hymne ini membentuk serangkaian puisi yang memperluas  artikel dari Pengakuan Iman Rasuli.

 

Demikian sedikit informasi mengenai lagu yang saya rasa banyak paduan suara gereja yang telah menyanyikannya. Menurut saya, saat kita membawakan lagu ini, haruslah seringan mungkin karena lagu ini merupakan lagu ungkapan syukur atas karya Allah yang begitu indah

 

Semoga bermanfaat

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: