What’s your call?

Sebagai seorang penyanyi, kecenderungan kita untuk menunjukkan bakat kita ke hadapan umum (penonton). Apresiasi positif yang kita terima dari pendengar dapat menambah motivasi kita untuk menjadi seorang penyanyi yang profesional.
Tetapi bagaimana jika talenta kita dipergunakan sebagai seorang penyanyi gereja? Apakah masih tepat bagi kita untuk berusaha mendapat apresiasi dan pujian positif dari pendengar?
Menjadi seorang penyanyi gereja merupakan panggilan juga, karena tujuan utama kita menjadi penyanyi gereja bukanlah demi mendapat tepuk tangan dan pujian positif saja, tetapi terutama menjadi salah satu saluran berkat bagi jemaat. Bagaimana dengan nyanyian yang kita bawakan, pesan dan kasih Tuhan dapat disampaikan kepada Jemaat.
Jika hal ini bukan merupakan panggilan, yakinlah bahwa seseorang tidak akan tahan dengan panggilan ini. Pujian kita memang untuk menyembah Tuhan, tetapi terkadang kritikan dan apresiasi yang kurang dari jemaat sering kita peroleh. Jika kita tidak menyadari panggilan kita, niscaya seorang penyanyi akan memilih mundur.
Buat saya, menjadi seorang penyanyi gereja dapat menguji ketahanan kita untuk setia dalam melayani Tuhan. Karena menjadi seorang penyanyi gereja membutuhkan totalitas yang serupa dengan penyanyi sekuler pada umumnya. Kita tidak hanya mempersembahkan suara kita untuk Tuhan, tetapi bagaimana sikap dan perilaku kita pun mencerminkan kasih Tuhan sehingga tidak menjadi batu sandungan untuk jemaat.
Jemaat pun kadang memberikan kritikan yang keras apabila pujian kita tidak berkenan mereka dengar,bahkan tidak jarang kritikan pedas tanpa alasan jelas pun kita dapatkan. Disini daya tahan kita diuji,apakah kita rentan dengan sedikit ujian tersebut dan meninggalkan panggilan kita, ataukah kita tetap setia dan mantap memuji Tuhan dengan talenta kita?
Hal lain lagi, jika sebagai seorang penyanyi sekuler (mungkin penyanyi rekaman atau tidak), mungkin kita akan menerima apresiasi materiil yang tidak sedikit, seringkali hal ini menggiurkan kita. Tetapi sebagai seorang penyanyi gereja, bukan tidak mungkin kita menerima materiil yang sedikit, tetapi seringkali materiil yang kita peroleh adalah sekedar persembahan kasih dari jemaat. Nah..apakah sebagai penyanyi, kita siap menerima materiil yang mungkin tidak sebanding dengan biaya yang telah keluarkan? Sekali lagi, jika hal ini tidak dianggap sebagai suatu panggilan jiwa untuk memuji Tuhan, banyak penyanyi yang memilih untuk mundur.
Temans..apabila panggilan kita untuk melayani Tuhan sebagai seorang penyanyi gereja, yakinlah bahwa setiap halangan,kritikan,dan ujian yang akan kita hadapi tidak sebanding dengan kasih dan berkat yang telah kita terima dari Tuhan..apa yang kita akan hadapi akan diganti menjadi berkat yang akan kita terima berlipat-lipat ganda.
So…menjadi penyanyi gereja sebagai panggilan pelayanan kita merupakan hal yang sangat indah karena kita mampu menaikkan pujian,penyembahan kepada Dia yang telah mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus kita…
Yukk…kita sama-sama melayani Tuhan dengan talenta yang telah Ia berikan untuk kita…

Dengan menjadi pelayan Tuhan kita mengucap syukur atas anugerah keselamatan yang kita terima dan kita akan mengalami sukacita tersendiri dalam melayani Tuhan juga kita akan mendapat upah dari pelayanan kita. (mengutip blog seorang teman)
Jesus bless you all

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: