Fungsi Musik dalam Ibadah

Sebagai penyanyi gereja, mungkin aku bisa sharing-kan dalam blog ku ini tentang fungsi musik dalam ibadah.
Aku ambil tulisan ini dari Semiloka Musik Ibadah Yamuger thn 1997 oleh Pdt. Sularso Sopater
Harus disadari bahwa dalam ibadah yang benar hanyalah mungkin bila ada partisipasi yang sesungguhnya dari jemaat. Untuk mencapai hal ini, LUther mengajar jemaatnya bernyanyi dengan menggubah nyanyian-nyanyian jemaat.
Dengan tujuan yang sama, Calvin menggubah lagu-lagu yang sederhana untuk Mazmur-mazmur, sehingga jemaat dapat menyanyikannya dengan mudah.
Nyanyian Solo dan Antifonis (nyanyian berbalasan) tidak harus disingkirkan, asal tidak meninggalkan sifatnya sebagai bagian ibadah jemaat. Mereka harus sepenuhnya dipadukan dengan struktur umum dari ibadah, dan tidak bersifat memaksa secara kaku.
Ibadah jemaat bukanlah pentas pertunjukkan musik bagi suatu paduan suara atau pemusik, supaya jangan kita mengabaikan pemuliaan Allah dan menggantinya dengan pemujaan manusia.
Jemaat yang beribadah tidak boleh dikorbankan hingga menjadi penonton pasif suatu pertunjukkan musik.
Dengan demikian fungsi dari paduan suara adalah memimpin puji-pujian jemaat, dan bukannya menghalangi kegiatan beribadah. Demikian juga peran yang dimainkan oleh alat-alat musik.

2 Comments (+add yours?)

  1. robs
    Feb 14, 2014 @ 19:35:39

    tapi kan melihat konteks acaranya juga……

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: