Supaya Gereja Bernyanyi dengan baik dan benar

Banyak orang mengira bahwa fungsi penyanyi,koor, atau pemain musik adalah memberi hiburan atau sajian kepada umat. Umat dianggap sebagai penonton yang dipersilakan menikmati sajian penyanyi atau musikus itu.

Itu salah paham. Fungsi penyanyi, koor, atau pemusik dalam gereja pada hakikatnya bukanlah untuk memberi sajian. Pelayanan musik gereja bukanlah untuk menghibur.

Segala sesuatu yang bersangkutan dengan musik gereja mempunyai fungsi hakiki sebagai pemampu yang memampukan umat bernyanyi. Jadi, jika seorang solois atau koor bernyanyi maka fungsi hakikinya sebenarnya memampukan umat bernyanyi. Ini sama sekali bukan berarti bahwa setelah solo atau koor lalu umat menyanyikan lagu yang sama. Yang dimaksud adalah bahwa tugas solois atau koor bukanlah sekedar menghibur umat, melainkan memberi contoh, topangan dan dorongan kepada umat untuk bernyanyi dengan baik dan benar. Hal ini berlaku juga untuk pemain musik.

Kita memerlukan koor, solois,pemain musik, pengajar nyanyian, komisi musik dan sebagainya supaya mereka memampukan umat bernyanyi dengan baik dan benar. Untuk itu, tentunya mereka sendiri perlu terus menerus berlatih supaya mereka betul-betul bisa menopang umat bernyanyi. TUgas mereka adalah memampukan umat menyanyikan melodi nyanyian dengan indah sambil menghayati jiwa kalimat-kalimat lagu itu dan mengucapkan kata-kata nyanyian itu dengan jelas dan terang, yaitu dengan artikulasi yang betul sesuai dengan aksentuasi lagu yang bersangkutan.

Mengapa nyanyi begitu penting untuk kita? Karena kita bernyanyi bagi Tuhan. Pelayanan musik gereja bertujuan menopang dan memampukan gereja bernyanyi bagi Tuhan. Nyanyian adalah ungkapan lubuk hati orang percaya yang membumbung ke atas kehadapan hadirat Tuhan. Sama seperti doa, nyanyian adalah misteri hubungan antara manusia dengan Allah. Kita tidak mngerti mengapa manusia boleh bernyanyi bagi Tuhan, tetapi buktinya kita boleh. Itu sebabnya kita bernyanyi.

“Gereja yang tidak bernyanyi bukanlah gereja”, tulis Karl Barth, teolog terbesar di abad ke-20. Tetapi , tentunya bukan asal bernyanyi, emalinkan bernyanyi dengan baik dan benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: