My Gratitude for The Important People in My Singing Career

Judulnya pakai bahasa Inggris dikit lah ya, biar agak keren hehehehe

Intinya, aku mau mengucapkan syukur karena bisa mengenal dan menempa ilmu kepada 3 (tiga) orang penting dalam kehidupan menyanyiku.

First Person:

Kak Delima Simamora (sekarang masih jadi Dosen Musik di Univ. Pelita Harapan)

Aku mulai mengenal beliau ketika usia 9 tahun, bergabung dalam Paduan Suara Anak yang dipimpin olehnya. Melalui binaan beliau, aku berlatih membaca Not (angka dan balok) yang hingga sekarang masih kupakai. Beliau juga sangat mengajarkan disiplin dalam menyanyi. Bagaimana kita memproduksi suara saat menyanyi (jadi nggak sekedar ngeluarin suara doang). Kak Ima (this is how I call her) melatihku bagaimana untuk menyanyi dalam suatu grup/paduan suara (let go off your ego), melatih my sense of music. Yang tidak dapat dilupakan juga adalah bagaimana melalui didikannya, aku mendapat pengalaman-pengalaman berharga dalam hal festival dan kompetisi (festival lokal hingga internasional).

Walaupun kini aku sudah tidak menempa ilmu bersama Kak Ima, tapi jasa beliau nggak akan pernah aku lupain, she is the first person who makes me love music more and more

Second Person :

Om Karatem

beliau adalah orang yang melatihku bagaimana menjadi seorang dirigen /conductor yang baik, bagaimana memimpin paduan suara yang benar dengan memperhatikan sense of the songs dan bagaimana metode yang harus aku sampaikan kepada para anggota paduan suara. Awalnya aku hanya seorang penyanyi, tetapi dengan bantuan beliau, aku mulai mencintai hal memimpin choir dan membuatku hingga kini tidak berhenti untuk berlatih memimpin paduan suara.

Third Person :

Bang Rio Silaen

Bertemu beliau ketika usiaku sudah tidak muda lagi hahahahha (join di thn 2015), but its better late than never. Aku mulai bergabung menjadi anak didik Bang Rio dalam Talent Management bernama Voice of Indonesia.

Dengan beliau, aku diajarkan menjadi lebih dari sekedar seorang penyanyi. Bang Rio mengajarkan aku untuk menjadi seorang performer, bagaimana menjadi seorang profesional dalam bidang hiburan. Beliau juga mengajarkan kepadaku bagaimana menghadapi kehidupan di dunia hiburan (senang,susah, pahit, dan memorablenya). Hingga kini aku masih menempa ilmu bersama beliau, aku tidak pernah menyesal telah bergabung bersama Bang Rio.

Itulah orang-orang yang memiliki peran penting dalam kehidupan menyanyiku, I thank Jesus that I have chance to know them in person.

Bagaimana dengan kamu? Siapa orang yang memiliki peran penting dalam kehidupan profesionalmu?

Boleh di share juga lho….

Sharing is good

Advertisements

Passion – Purpose – Proffesion

Tentang apa sih judulnya?

Pastinya nggak jauh dari kehidupan yang aku jalani sekarang.

Menjalani kehidupan sebagai penyanyi profesional.

my 3P :

P: Passion

Musik sudah mendarah daging dalam hidup aku, sudah mengenal musik melalui gereja, bergabung dalam paduan suara anak, hingga mencintai musik yang dikolaborasikan dalam suatu kelompok, yang dinamakan paduan suara. Semakin hari musik,menyanyi dalam paduan suara menjadi hal yang aku cintai. Keseriusan dan komitmen akan bernyanyi menumbuhkan gairah/passion ku terhadap musik. Hingga sekarang, aku bernyanyi karena aku mencintai musik yang telah menjadi passion-ku.

P: Purpose

Aku bergabung dengan paduan suara karena tujuanku melayani Tuhan. Tuhan lah yang membuat aku mencintai musik, Tuhan yang memberikan talenta, aku pun mengembalikannya dengan melayani-Nya.

Kini, tujuanku semakin berkembang, aku bernyanyi juga untuk menjadi sarana penghibur, hal itu merupakan suatu pelayanan juga. Kita hidup dalam komunitas, berbagai jenis dan perilaku orang. Musik dapat menjadi penghubung komunikasi dengan orang banyak. Dengan tujuan itulah, kini aku menjadi penyanyi yang lebih berkembang, tidak hanya di gereja, tetapi juga untuk masyarakat luas.

Kini tujuanku menyanyi adalah menjadi sarana pelayanan untuk orang banyak, untuk menghibur dan membagikan pesan yang aku sampaikan dalam tiap musik yang aku bawakan.

P: Proffesion

Saat ini aku masih bekerja sebagai karyawan, iya aku masih menjalaninya. Tetapi profesiku pun kini berkembang, bertumbuh dari tujuan hidupku sebagai pelayan, aku pun mulai menjalani 2 profesi, karyawan dan penyanyi.

Tidak sedikit penyanyi yang masih menjalani berbagai profesi dalam hidup mereka, begitupula aku.

Aku bersyukur, hingga kini masih diberi kesempatan menjalani passion dan purpose ku yaitu Bernyanyi untuk Tuhan dan Orang Lain. Kita semua bisa menjalani apapun profesi yang kita inginkan.

Awali dengan apa yang menjadi gairah dalam hidupmu, tekuni dan buatlah menjadi tujuan hidupmu. Dari kedua hal itu, dan komitmen yang kuat, tujuan hidupmu itu bisa menjadi profesi yang akan kamu jalani.

 

kenalilah 3P – mu……

 

sharing is good

What to do before Singing

Beberapa menit sebelum Bernyanyi merupakan Persiapan yang penting bagi seorang penyanyi.

Do you want to know what I usually do before I go to the stage?

Here’s what I do :

1. Peregangan otot supaya body lebih relax, seperti memutar-mutar pergelangan tangan, pundak, hingga kepala, dan kaki juga. Apalagi kebanyakan aku bernyanyi dengan koreo, jadi hal ini sangat penting. Walaupun kamu bernyanyi tanpa koreo pun tetap butuh body yang relax.

2. Warm Up yang dimulai dengan Pernafasan, caranya : tarik nafas langsung ke diafragma, tahan selama 8-10 detik, kemudian buang perlahan dengan membunyikan “sss…” selama 5-15 detik

3. Melakukan Senam untuk rongga mulut dan lidah,seperti : membunyikan “brrrr..” menggunakan bibir ; membunyikan nada (contohnya : 123454321) dengan humming (nada makin lama makin naik hingga maksimal suara lalu turun hingga nada awal kita mulai bunyikan)

Demikian beberapa proses yang penting aku jalani sebelum naik ke panggung dan bernyanyi

Semoga hal ini bisa kalian lakukan juga sebagai seorang penyanyi 
Happy to share with you

Penyanyi perlu bisa Make-up atau Dandan?? 

Topik yang mau aku tulis masih berhubungan dengan kegiatanku sebagai penyanyi

Seorang penyanyi professional perlu bisa makeup or dandan sendiri nggak sih? 

Jawaban singkat aku sih : It’s a must! 

Kenapa harus? 

1. Aku sebagai penyanyi profesional yang masih merintis, belum punya Makeup Artist sendiri dong (emang sanggup bayar?) 

2. Dengan jam terbang tampilan yang bisa dibilang cukup banyak, nggak mungkin aku selalu minta bantuan Salon dong, bisa habis Dana berapa? Bayaran sbg penyanyi bisa habis buat Salon doang hehhehe

3. Masih sekitaran Salon, kalau jam event kita pagi-pagi banget or even subuh, nggak mungkin kita booking Salon untuk ngurusin kita yang cuma Makeup aja kan? 

4. Kita yang kenal dengan bentuk dan warna kulit kita, sehingga kita bisa bereksperimen, ganti-ganti style dandanan sesuai event or kebutuhan 

Susah nggak sih makeup/dandan sendiri, kalau kita nggak biasa dandan sendiri bagaimana? 

girls, ladies… sekarang kan udah bejubel banget tutorial makeup, dari yang mancanegara sampai yang lokal bisa kita temuin di berbagai sosial media. 

So, bisa banget kita belajar lewat sosial media tersebut

Dan yang paling penting, practice makes perfect, jadi jangan ragu buat praktekin tutorial makeup itu

Palingan kita hanya modal alat dan semua keperluan  makeup yang biasa dipakai untuk tampil. 

Jadi, untuk kamu yang mulai merintis sebagai penyanyi, jangan lupa praktekin Makeup ya?

Semoga bermanfaat 

Sharing is good 

Voice of Indonesia by Rio Silaen 

Saat ini saya ingin memperkenalkan Management, tempat dimana saya menimba ilmu dalam performing arts. 

Mengapa performing? Karena kami di latih tidak hanya bagaimana menyanyi yang baik, tetapi juga menari dan akting, secara umum biasa di sebut ShowChoir

Saya sudah bergabung sejak tahun 2015 (sedang vakum blogging saat itu hehehehe)

Saya yang berasal dari penyanyi gereja, dengan kekakuan dan keterbatasan dalam. hal hiburan, disini saya diajarkan lebih lagi.

Dengan Rio Silaen sebagai pelatih dan mentor saya, kami diajarkan bagaimana penampilan kita dapat menghibur setiap orang yang menonton pertunjukkan kita.

Goodbye deh dengan keterbatasan dan kekakuan saat menyanyi, kita diajarkan apabila ingin menjadi penyanyi profesional, banyak hal yang harus kita eksplor. Kita tidak hanya mengandalkan suara saja tetapi keseluruhan penampilan juga harus diperhatikan, gesture, kostum, dandanan, semuanya harus sangat diperhatikan. 

Beberapa tampilan kami di Mall Mall Jakarta dan sekitarnya, acara perusahaan maupun instansi

Pengalaman ini lah yang mulai membentuk saya lebih lagi sebagai seorang penyanyi professional

Voice of Indonesia punya website yaitu http://www.voiceofindonesia.co.id dan juga akun Instagram di @riosilaen

Sharing is good

Alisa (@mslisakarla on IG) 

Hello, I’m back to My Blog 

Hai semua pecinta musik

Saya kembali lagi untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan saya mengenai musik, sepanjang yang saya tekuni sekarang 

Saat ini saya masih bergabung dengan salah satu Talent Management dalam bidang Performing Arts dengan nama Voice of Indonesia by Rio Silaen 

oh Iya, saya juga punya akun Instagram @mslisakarla dan YouTube channel di Alisa Karla 
you can check, follow and subscribe anytime 

thank you dan nanti kan tulisan dari saya

#singer #performers #alisakarla #musicblog #blogger 

Berjuang mengenali passionku

Kenapa aku menulis judul ini?
Beberapa hari belakangan ini aku mulai merasa jenuh untuk menjadi pelatih Paduan Suara
Awalnya aku melatih 2 paduan suara, tetapi sudah 1 paduan suara aku lepas
Aku merasa bahwa aku tidak lagi merasakan kenikmatan, antusiasme diri untuk melatih para anggota paduan suara. Aku merasa aku kurang diapresiasi oleh para anggota.
Aku juga merasa,aku ingin menjadi penyanyi, bukan pelatih. Selama ini orang-orang melihatku memiliki kemampuan yang kuakui kuperoleh secara otodidak, tetapi hasrat yang dulu aku punya sekarang sudah jauh berkurang.
Masih 1 paduan suara lagi yang kupimpin, tetapi aku tidak lagi merasakan semangat dan antusias untuk melatih mereka.
Aku mencintai musik,sangat. Tapi aku mulai tidak ingin menjadi pelatih paduan suara. Aku ingin menyanyi,aku ingin lebih mendalami kemampuanku dalam bernyanyi.
Sejenuh apapun aku, tapi tetap musik menjadi passionku,untuk bernyanyi
Ketika kita mencintai sesuatu,kita pasti semangat untuk menjalaninya, termasuk menjadi pelatih.
Yang terjadi pada diriku, aku tidak lagi mencintai untuk menjadi pelatih, semangat itupun ikut menurun.
Aku harus terus mengenali dan memantapkan passionku